Saturday, May 26, 2007

MANYIPET


Sumpit adalah alat berburu dan berperang tradisional suku dayak, alat ini merupakan tongkat yang berlubang dengan panjang sekitar 2 mtr, dengan anak sumit kecil dan biasanya berbisa, cara menggunakan alat ini dengan cara di tiup kuat-kuat ke arah sasaran.
Sekarang alat berburu ini sudah tidak digunakan lagi karena sudah di gantikan alat yang lebih moderen lagi.
Kegiatan menyumpit atau dalam bahasa dayaknya manyipet ini masih dilakukan atau diperlombakan dalam even-even budaya agar tidak hilang tergerus oleh era gobalisasi yang bergitu cepat.
dan dalam Festival Isen Mulang ini di harapkan budaya-budaya yang ada di kalimantan tengah tetap terus terjaga kelestariannya, sehingga menjadi aset daerah yang sangat berharga karena keaneka ragaman budaya yang di miliki oleh kita sebagai negara Indonesia.


Sumpit adalah alat berburu dan berperang tradisional suku dayak, alat ini merupakan tongkat yang berlubang dengan panjang sekitar 2 mtr, dengan anak sumit kecil dan biasanya berbisa, cara menggunakan alat ini dengan cara di tiup kuat-kuat ke arah sasaran.
Sekarang alat berburu ini sudah tidak digunakan lagi karena sudah di gantikan alat yang lebih moderen lagi.
Kegiatan menyumpit atau dalam bahasa dayaknya manyipet ini masih dilakukan atau diperlombakan dalam even-even budaya agar tidak hilang tergerus oleh era gobalisasi yang bergitu cepat.
dan dalam Festival Isen Mulang ini di harapkan budaya-budaya yang ada di kalimantan tengah tetap terus terjaga kelestariannya, sehingga menjadi aset daerah yang sangat berharga karena keaneka ragaman budaya yang di miliki oleh kita sebagai negara Indonesia.

FESTIVAL BUDAYA ISEN MULANG



Tarian massal ini di bawakan saat acara puncak Festival budaya Isen Mulang di Palangkaraya-Kalimantang Tangah, Penarinya terdiri dari kurang lebih 1000 penari yang di bantu oleh koreografer Mas GURUH SUKARNO PUTRA loh....... hebat kan !!!
Harapannya semoga budaya kalimantan tengah dapat menarik perhatian publik khususnya dalam lingkup meningkatkan pariwisata di palangkaraya.

Sepanjang Garis khatulistiwa

Hari ini cerah sekali setelah di guyur hujan tadi, hangatnya matahari langsung menerpa kulitku, ini adalah pertama kalinya aku menginjakkan kaki di bumi pontianak. Seperti biasanya bila kita pertama kali di suatu tempat pasti kita akan dibuatnya terkagum-kagum, begitu juga dengan aku………………

Keramah-tamahan petugas bandara dengan senyum hangat menyapa “ Selamat Datang semoga Anda Terkesan” ucapnya dengan logat melayu kental.

Dengan senyum hangat akupun membalasnya, sambil melemparkan pandangan ke semua tempat.

Aku langsung naik taksi menuju arah kota, menuju alamat seorang teman yang telah mengundangku untuk berlibur di kotanya.

Aku berpikir sejenak, ini adalah salah satu tempat yang indah di Kalimantan yang harus di kunjungi, banyak tempat menarik seperti Pasir Panjang, Pulau Kakap, dan Singkawang dan masih banyak lagi.

Pontianak di kenal juga dengan sebutan Kota Khatulistiwa yang di tandai dengan berdirinya Tugu Khatulistiwa

Hmmm………. Memang menakjudkan


SAHABAT

Kalau saja aku masih punya kesempatan yang sama….. atau semua yang pernah terjadi bisa terulang lagi. Tapi ternyata kesempatan yang ada..a..a..a…… hanya sekali……….”


Sepenggal lirik lagu Ipang BIP yang berjudul “Sekali Lagi” terdengar lirih, ku seruput teh hangat yang masih berasap, segar terasa di tenggorokan.

Dengan pandangan menerawang lagu ini seolah melemparku ke masa lalu, masih hangat di ingatanku waktu pertama kali aku dan rombongan kampus melakukan PKKT di rumah sakit Fatmawati Jakarta. Banyak kenangan baik suka maupun duka yang tertinggal di sana, senang karena bisa melihat kota metropolitan dengan hiruk pikukya, sedih karena harus menyelesaikan tugas dari kampus dengan tenggat waktu yang sangat ketat. Tapi semua itu dapat aku lalui……….

Banyak yang kudapat selama berada di Jakarta, baik itu ilmu, pengalaman dan teman….

Teman ya………. Aku ingat pernah kenalan dengan beberapa orang teman yang berasal dari institusi pendidikan serupa denganku yang berasal dari Jakarta, kebetulan waktu itu kami sama-sama satu tempat di lahan praktek, berawal dari diskusi tentang tugas akhirya kami menjadi akrab, pernah kami rombngan jalan-jalan ke Carefour buat nyari kacamata tapi engga ktemu, nyari kerak telor tapi udah kehabisan, sampai sekarangpun aku belum pernah ngerasain yang namanya kerak telor he he he……..

Lucu ya baru kali ini aku dengar ada orang yang mau makan kerak telor !!??

Jakarta…. Memang banyak kenangan yang tidak mungkin bisa aku lupakan, aku bisa punya teman yang walaupun baru kenal tapi udah seperti temanan lama.

So… selamat berjuang temanku semoga apa yang kamu cita-citakan tercapai, dan sukses selalu bersama kalian.

Reff :

Masih tertunda dan belum semua ku katakana, biar ku tunggu sampai kau kembali lagi di sini……., harus kau dengar semua yang harus kau dengarkan, isi hatiku yang belum kusampaikan “

(Lagu: Ipang BIP “ Sekali Lagi “)

Tuesday, May 8, 2007

photo di Taman Bunga


ini lah kelompok kami yang lg rekreasi di taman bunga bogor.
aku yang pake kupluk, Keren kan ?????.......

Semalam di Bogor

Pagi sekali kami berangkat dari palangkaraya ke bogor, naik pesawat mampir dulu di jakarta. waktu turun dari pesawat, kami semua senang karena ini adalah pertama kalinya menginjakan kaki ditanah jawa bagi sebagian kelompok kami.
"Wahhhh............ ternyata jakarta sumpek banget ya", kata temanku
"tapi rame coy' timpalku
kulihat wajah mereka satu persatu, seperti membayangkan seperti apa sich cerita yang bakal aku kabar kan buat keluarga ku di kampung.
lucu ya........?!